Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Beranda · 15 Nov 2021 20:18 WIB ·

Tingkatkan Kewaspadaan


 Tingkatkan Kewaspadaan Perbesar

Assalamualaikum Wr,Wb

Oleh : Hery Maulana

Pencurian dengan modus pecah kaca dan gembos ban mobil, kerap terjadi disejumlah wilayah, utamanya wilayah perkotaan. Targetnya adalah nasabah Bank yang mencairkan uang dalam jumlah besar, tanpa pengawalan dari aparat. Nasabah yang tidak menyadari tengah jadi target sasaran, melenggang keluar Bank menuju kendaraannya. Lalu meluncur kekediaman atau kantor atau lokasi tertentu. Saat itulah para tersangka yang memang sudah menguntitnya berbagi tugas. Ada yang menebar ‘ranjau’ agar ban kendaraan target gembos, ada yang bertugas mendekati kendaraan itu dan memecah kaca mobil. Kemudian mengambil tas berisikan uang yang ditaruh pelaku. Saat kemudian kabur.

Modus ini terbilang sederhana dan banyak dipergunakan pelaku pencurian dengan pemberatan (curat). Hanya memang modus demikian tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi oleh komplotan yang berjumlah enam oarang atau lebih. Tentu dengan pembagian tugas atau peran masing-masing. Mulai dari yang melakukan pengintaian di sejumlah Bank, penguntit sekaligus eksekutor pecah kaca, penyebar ranjau dan pengalih perhatian.

Pola komplotan pecah kaca dan gembos ban mobil ini sudah dipahami oleh jajaran Polres Lampura. Dibuktikan, hanya butuh waktu dua pekan, dapat mengungkap sekaligus menangkap para tersangka pelaku pencurian yang terjadi pada, Senin 1 November 2021 lalu, di jalan Ahmad Akuan, kelurahan Rejosari, kecamatan Kotabumi. Meski cukup disibukkan, karena para pelaku ternyata merupakan komplotan dari luar Daerah. Bahkan perburuan polisi dilakukan mulai dari Provinsi Bengkulu, Sumatera Selatan, hingga DKI Jakarta.

Realita ini menunjukan bahwa terdapat komplotan curat dengan modus ini disejumlah tempat, termasuk di Lampura. Hanya aksi mereka dilakukan secara silang. Komplotan Lampung beraksi di Jakarta atau daerah lain, begitu sebaliknya.

Karenanya warga harus selalu meningkatkan kewaspadaan. Utamama para nasabah yang mencairkan uang dalam jumlah lumayan besar. Tidak melakukannya seorang diri, Bila perlu meminta pengawalan aparat. Sehingga tidak menjadi target sasaran yang berujung menjadi korban komplotan para penjahat itu. (**)

Wassalam

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

29 April 2026 - 16:10 WIB

Dibantu Malah Jadi ‘Pekara’

26 Juli 2023 - 23:31 WIB

Ditindaklanjuti Kemana ?

29 Mei 2023 - 20:02 WIB

Bertambah Kuota, Jangan Tambah Biaya Dong….

15 Mei 2023 - 21:32 WIB

PIlkades Bersumber Dari Dua Mata Anggaran

14 Maret 2023 - 20:30 WIB

Perlunya Pengawasan Pemuktahiran Data

13 Maret 2023 - 19:41 WIB

Trending di Beranda