Untuk mencapai kediaman orang tua Haji Saputra, salah seorang terduga teroris yang dikabarkan tewas akibat baku tembak dengan anggota Densus 88 Anti Teror di wilayah Cianjur Jawa Barat, tidak lah sulit. Hanya dengan menempuh perjalanan selama 30 menit. Setelah melintasi jalan raya prokimal, tim wartawan bersama Radar Kotabumi tiba di perempatan jalan Desa Kalicinta, kemudian menuju Dusun Cintasari yang berjarak sekitar 500 meter.
Tampak di rumah itu seorang lelaki gaek yang diketahui adalah Anwar(63) ayah kandung Haji Saputra didampingi sejumlah kerabatnya. Tampak pula personil anggota kepolisian dari Polsek Kotabumi Utara, ikut berjaga di sana.
Meski terlihat sedang berduka, namun wajah tegar lelaki ini tetap terlihat. Dengan senyum yang sedikit dipaksakan, dirinya mempersilahkan para wartawan untuk masuk. Namun karena cuaca yang cukup panas, para kuli tinta memilih untuk duduk di teras rumah semi permanen itu.
Setelah memperkenalkan diri, awak media langsung menyampaikan ihwal kedatangan mereka. Meski ada sebagian, pihak keluarga yang belum percaya jika Haji Saputra telah meninggal dunia. ” Bener tah bang adik saya(Haji Saputra, Red) telah meninggal dunia?,” tanya Dewi kakak perempuan Haji Saputra.
Mendapat pertanyaan itu, awak media hanya bisa terdiam, dan terbersit diwajah Dewi kesan tidak percaya akan informasi yang dibawa oleh para awak media tersebut.(cw7/rid).
Selengkapnya, baca edisi cetak 14 Mei 2018






