KOTABUMI — Ketersediaan pangan dalam jumlah cukup adalah suatu kondisi yang harus dilakukan pemerintah pada setiap tingkatan. Hal ini yang mendorong Dinas Ketahanan Pangan(DKP) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) menjadikan program Kawasan Pangan Lestari (KPL) sebagai salah satu prioritas kerja unggulan di tahun 2020.
”Ke depan, setiap rumah tangga diharapkan bisa mengoptimalisasi sumberdaya yang dimiliki. Termasuk memanfaatkan pekarangan rumah guna menyediakan pangan bagi keluarga sehari-hari,” ujar Kepala DKP Lampura M. Rendra Yusfie, kepada Radar Kotabumi, Minggu (2/2).
Menurutnya, bila pemanfaatan lahan pekarangan direncanakan dengan baik tentu dapat berpeluang terhadap penghasilan dalam rumah tangga. Selain ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga tentunya.
Masih kata Rendra, pemanfaatan pekarangan tersebut juga dirancang untuk meningkatkan konsumsi aneka ragam sumber pangan lokal dengan prinsip gizi seimbang yang akan berdampak pada menurunnya konsumsi terhadap beras. ”Kami yakin bila gerakan pengembangan KPL dapat dilakukan secara baik, paling tidak bisa mempercepat terwujudnya ketahanan pangan untuk skala rumah tangga,”ucapnya.
Selain itu, lanjut Rendra, pada tahun 2020 pihaknya akan kembali membuat Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas) yang biasa dilakukan setiap lima tahun sekali. Dari peta tersebut akan menggambarkan visualisasi geografis dari hasil analisa data indikator kerentanan terhadap kerawanan pangan. Sekaligus sebagai bahan informasi dalam menjelaskan wilayah daerah yang berpotensi rentan terhadap kerawanan pangan dan indikator utama daerah.
“ Dari pemetaan sebelumnya ada beberapa daerah yang berpotensi rentan pangan salah satunya yakni Kecamatan sungkai jaya. Ditahun lalu bantuan berupa bibit lele dan ternak kambing sudah kita salurkan ke daerah tersebut ,” kata Rendra.(ano/rid)
Seengkapnya, baca edisi cetak 3 Februari 2020






