Oleh : Heri Maulana
Assalamualaikum wr wb
Chikungunya adalah infeksi virus yang ditandai dengan serangan demam dan nyeri sendi secara mendadak. Virus ini menyerang dan menulari manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus, dua jenis nyamuk yang juga dikenal sebagai penyebab demam berdarah.
Nyamuk tersebut mendapatkan virus chikungunya saat menggigit seseorang yang telah terinfeksi sebelumnya. Penularan virus terjadi bila orang lain digigit oleh nyamuk pembawa virus tadi. Perlu diketahui bahwa virus chikungunya tidak menyebar secara langsung dari orang ke orang.
Pada beberapa kasus, chikungunya tidak menimbulkan gejala apa pun. Akan tetapi, umumnya penderita chikungunya mengalami gejala, seperti, demam hingga 39 derajat Celsius, nyeri pada otot dan sendi, sendi bengkak, nyeri pada tulang, sakit kepala, muncul ruam di tubuh, lemas dan mual. Disarankan agar warga yang merasakan gejala tersebut untuk segera memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan yang ada.
Gejala itu biasanya timbul 3-7 hari setelah seseorang digigit nyamuk pembawa virus. Pada umumnya, penderita akan membaik dalam seminggu. Tapi pada sebagian penderita, nyeri sendi dapat berlangsung hingga berbulan-bulan. Walaupun tidak sampai menyebabkan kematian, gejala chikungunya yang parah dapat menyebabkan kelumpuhan sementara.
Meski tidak sampai menyebabkan kematian, namun serangan chikungunya tidak boleh dianggap remeh. Terlebih jika serangan terjadi pada bayi yang baru lahir, lansia 65 tahun ke atas dan individu dengan kondisi medis lain, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Mereka merupakan kelompok beresiko tinggi.
Lantaran sebaran virus berasal dari nyamuk, maka disarankan masyarakat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk(PSN). Tempat yang dirasa bakal menjadi sarang nyamuk, segera dibersihkan. Utamanya tempat-tempat yang menimbulkan genangan air. Bak dan perabotan yang dipergunakan untuk menampung air, harus ditutup.
Pada intinya, PSN harus terus dilakukan. Andaipun masih terserang virus dimaksud, maka segeralah memeriksanya ke faskes terdekat. (**)
Wassalam






