Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Beranda · 5 Jan 2022 20:02 WIB ·

Jangan Anggap Remeh


 Jangan Anggap Remeh Perbesar

Oleh : Heri Maulana

Assalamualaikum wr wb

Chikungunya adalah infeksi virus yang ditandai dengan serangan demam dan nyeri sendi secara mendadak. Virus ini menyerang dan menulari manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus, dua jenis nyamuk yang juga dikenal sebagai penyebab demam berdarah.

Nyamuk tersebut mendapatkan virus chikungunya saat menggigit seseorang yang telah terinfeksi sebelumnya. Penularan virus terjadi bila orang lain digigit oleh nyamuk pembawa virus tadi. Perlu diketahui bahwa virus chikungunya tidak menyebar secara langsung dari orang ke orang.

Pada beberapa kasus, chikungunya tidak menimbulkan gejala apa pun. Akan tetapi, umumnya penderita chikungunya mengalami gejala, seperti, demam hingga 39 derajat Celsius, nyeri pada otot dan sendi, sendi bengkak, nyeri pada tulang, sakit kepala, muncul ruam di tubuh, lemas dan mual. Disarankan agar warga yang merasakan gejala tersebut untuk segera memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan yang ada.

Gejala itu biasanya timbul 3-7 hari setelah seseorang digigit nyamuk pembawa virus. Pada umumnya, penderita akan membaik dalam seminggu. Tapi pada sebagian penderita, nyeri sendi dapat berlangsung hingga berbulan-bulan. Walaupun tidak sampai menyebabkan kematian, gejala chikungunya yang parah dapat menyebabkan kelumpuhan sementara.

Meski tidak sampai menyebabkan kematian, namun serangan chikungunya tidak boleh dianggap remeh. Terlebih jika serangan terjadi pada bayi yang baru lahir, lansia 65 tahun ke atas dan individu dengan kondisi medis lain, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Mereka merupakan kelompok beresiko tinggi.

Lantaran sebaran virus berasal dari nyamuk, maka disarankan masyarakat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk(PSN). Tempat yang dirasa bakal menjadi sarang nyamuk, segera dibersihkan. Utamanya tempat-tempat yang menimbulkan genangan air. Bak dan perabotan yang dipergunakan untuk menampung air, harus ditutup.
Pada intinya, PSN harus terus dilakukan. Andaipun masih terserang virus dimaksud, maka segeralah memeriksanya ke faskes terdekat. (**)

Wassalam

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dibantu Malah Jadi ‘Pekara’

26 Juli 2023 - 23:31 WIB

Ditindaklanjuti Kemana ?

29 Mei 2023 - 20:02 WIB

Bertambah Kuota, Jangan Tambah Biaya Dong….

15 Mei 2023 - 21:32 WIB

PIlkades Bersumber Dari Dua Mata Anggaran

14 Maret 2023 - 20:30 WIB

Perlunya Pengawasan Pemuktahiran Data

13 Maret 2023 - 19:41 WIB

Pentingnya Pendampingan Anak Korban Banjir

12 Maret 2023 - 17:20 WIB

Trending di Beranda