Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Beranda · 6 Jan 2022 20:19 WIB ·

Rindu PTM


 Rindu PTM Perbesar

Oleh : Heri Maulana

Assalamualaikum wr wb

Pandemi covid-19 yang melanda, juga berdampak pada sistem pendidikan di tanah air, termasuk di Kabupaten Lampung Utara. Para siswa tidak lagi dapat bersekolah sebagaimana biasa. Karena sangat beresiko terpapar virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan China itu.

Resiko terpapar, tidak hanya sewaktu berada di sekolah. Tetapi juga berpotensi terpapar dalam perjalanan menuju atau sepulang sekolah. Terlebih mayoritas anak didik menggunakan angkutan umum. Atau berjalan kaki secara romobongan dengan teman-temannya. Nah ketika ada diantaranya terpapar, maka jelas sangat mungkin virus itu akan menular pada yang lain.

Pemikiran itulah yang kemudian membawa kebijakan untuk menerapkan sekolah dirumah, dengan cara pembelajaran daring (dalam jaringan). Meski diakui, pada sistem daring banyak kelemahan-kelemahan. Dari soal ketersediaan perangkat androit bagi siswa, jaringan internet buruk atau wilayah tanpa jaringan, hingga tingkat serapan ilmu yang disampaikan guru pada siswa.

Untuk persoalan ketersediaan perangkat, meski dengan upaya ekstra keras orang tua berusaha memenuhinya. Sementara jaringan internet, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas dan memperlebar luasan jangkaun. Pemerintah juga mensubsidi kuota bagi siswa, agar proses belajar tidak terhambat.

Namun yang menjadi masalah terbesar adalah, serapan siswa atas sistem ini rendah. Bahkan diantaranya tidak begitu mengikuti pembelajaran, melainkan hanya bermain game. Siswa yang tergolong rajin, merasakan sistem daring tidak begitu dapat ditangkap secara utuh. Ketika jaringan mengalami gangguan, maka apa yang disampaikan guru menjadi tidak jelas. Selain juga, siswa tidak leluasa berinteraksi dengan guru sebagaimana jika Pembelajaran Tatap Muka. Bagi sekolah sendiri, tidak bertatapan langsung, tidak dapat mengetahui bagaimana tingkat keseriusan siswa mengikuti pelajaran.

Itulah mengapa baik guru, orang tua dan juga siswa sangat menginginkan PTM. Sayang, PTM yang diberlakukan kembali harus dibatalkan karena pandemi yang masih mengancam. Meskipun Lampura belum ditemukan kasus baru, namun Pemerintah tidak ingin konyol. Apalagi belakangan ditemukan varian baru. Pemkab setempat begitu hati-hati dan mencermati situasi dan kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi jika PTM digelar. Mulai memberlakukan PTM 50 persen dan memperketat prokes.

Alhamdulillah, tidak ditemukan kasus baru. Ini yang membuat Disdikbud berencana meningkatkan PTM secara penuh dengan tetap menerapkan prokes ketat. (**)

Wassalam

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dibantu Malah Jadi ‘Pekara’

26 Juli 2023 - 23:31 WIB

Ditindaklanjuti Kemana ?

29 Mei 2023 - 20:02 WIB

Bertambah Kuota, Jangan Tambah Biaya Dong….

15 Mei 2023 - 21:32 WIB

PIlkades Bersumber Dari Dua Mata Anggaran

14 Maret 2023 - 20:30 WIB

Perlunya Pengawasan Pemuktahiran Data

13 Maret 2023 - 19:41 WIB

Pentingnya Pendampingan Anak Korban Banjir

12 Maret 2023 - 17:20 WIB

Trending di Beranda