Assalamualaikum Wr.Wb
Oleh : Hery Maulana
Kasus anak tenggelam saat mandi atau bermain disungai, kerap terjadi. Dalam banyak kasus, korban tenggelam ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Pada sejumlah kasus, justru peristiwa terjadi kala sungai sedang meluap dan berarus deras. Harusnya kondisi sungai yang demikian, tidak didekati. Apalagi menjadikan sungai dimaksud sebagai sarana bermain yang mengasyikkan. Seperti melompat atau salto dari atas jembatan, lalu berenang kepinggiran dan mengulanginya berkali-kali.
Memang umumnya anak-anak tersebut mahir berenang. Justru mereka kerap menjadikan peristiwa demikian sebagai ajang perlombaan sesama teman. Uji adrenalin dan semacamnya, dengan membuat janji bertemu disungai yang dianggap menantang. Bocah-bocah itu sama sekali tidak menyadari, jika arus sungai sangat berbahaya. Tidak cukup hanya berbekal keahlian berenang semata. Mereka belum memahami jika sungai memiliki arus dan kedalaman yang berbeda-beda. Ada pusaran yang dapat membuat anak-anak itu terjerembat dan terseret kedalamnya. Juga bahaya lain, semisal adanya predator disungai itu seperti ular dan buaya.
Karenanya para orang tua harus memberikan pemahaman tentang bahaya yang mengancam jika mandi apalagi bermain disungai. Terlebih pada sungai yang asing atau bukan menjadi tempat yang sering dipergunakan oleh warga.
Kalaupun anak-anak merengek minta untuk dapat mandi disungai, setidaknya tidak boleh membiarkannya sendiri. Orang tua harus melakukan pengawasan ketat dan hanya mengabulkan pada tempat-tempat yang dirasa resiko bahayanya kecil. Itupun tidak boleh silap, misalkan menerima panggilan telpon, sehingga anak-anak luput dari pengawasan. Karena tenggelam atau terbawa arus, tidak butuh waktu lama. Dalam hitungan detik, anak dapat terseret arus dan tenggelam. (**)
Wassalam






