Assalamualaikum Wr.Wb
Oleh : Hery Maulana
Siapa yang bakal duduk pada kursi jabatan wakil bupati Lampung Utara (Lampura), mulai terjawab. Itu setelah secara resmi ketua DPD PAN Lampura, menyerahkan rekomendasi DPP PAN pada Ardian Saputra. Dengan begitu, Ardian sudah mengantongi rekomendasi dari satu diantara empat Partai Politik (Parpol) pengusung, pasangan Agung-Budi pada Pilkada 2018 lalu. Jika kemudian Partai Gerindra, PKS dan Nasdem, juga mengeluarkan rekomendasi yang sama, maka Putra mantan bupati Lampura, Zainal Abidin itu, dipastikan akan melaju dalam bursa Pilwabup yang akan digelar DPRD setempat.
Jika mengamati perjalanan politik Ardian menuju kursi wabup Lampura, agaknya memang semakin dekat dan nyata. Bagaimana Ardian menjawab kebuntuan terkait siapa calon yang bakal diusulkan untuk dipilih, dengan bergabung pada Partai Nasdem. Sebab ketua DPD Partai Nasdem Lampura, Imam Syuhada yang semula digadang-gadang bakal diusung menjadi cawabup, menarik diri dari kontestasi Pilwabup Lampura.
Sementara diketahui, sejatinya kursi wabup memang ‘jatah’ Partai Nasdem. Sebab Agung Ilmu merupakan kader Partai Nasdem yang dipercaya menjabat sebagai ketua DPD Partai Nasdem Lampura. Berangkat dari sinilah, ia bersama Budi Utomo mengikuti kontestasi Pilkada untuk kedua kalinya dan kembali menang. Lantas Agung-Budi, dinobatkan sebagai bupati dan wakil bupati Lampura periode 2019-2024. Namun dalam perjalananya Agung tersandung masalah korupsi dan divonis bersalah. Ini yang kemudian menjadikan Budi sang wakil, ‘munggah prabon’ menjadi bupati. Kursi wabup yang ditinggalkannya menjadi kosong.
Bergabungnya Ardian pada Partai Nasdem, jelas semakin mendekatkannya pada bulatnya suara parpol pengusung. Segala kejenuhan akibat terlunta-luntanya proses Pilwabup, berganti dengan semangat baru. Kekecewaan dan tarik ulur yang tak berkesudahan, berganti dengan keikhlasan. Sama-sama melepas segala yang dipertahankan soal siapa yang bakal diusung. Bagaimanapun, gonjang-ganjing kursi wabup, membawa parpol pengusung pada prinsip agar kadernya yang muncul. Terlebih, mereka ‘dipaksa’ untuk menentukan sendiri tanpa arah dan kisi-kisi dari bupati sebagai yang sangat berkepentingan untuk jabatan itu. Satu tahun lebih waktu yang hilang percuma tanpa kepastian. Hadirnya Ardian, menjadikannya sosok penengah, yang dapat diterima masing-masing parpol.
Jika PAN yang selama ini kurang responsif terkait perhelatan Pilwabup dibandingkan 3 mitranya yang lain, justru yang pertama mengumumkan dukungan penuh pada Ardian, maka dapat dipastikan hal yang sama juga akan dilakukan PKS dan Gerindra. Sedangkan Nasdem, tentu akan berjuang untuk kadernya sendiri.
Tinggal saja, apakah kebulatan parpol pengusung itu sejalan dengan bupati ? masih menjadi tandatanya. Akan terjawab, jika keputusan parpol pengusung itu kemudian diteruskan oleh bupati kepada DPRD setempat untuk dilakukan proses pemilihan. (**)
Wassalam






