Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Beranda · 26 Jan 2022 21:41 WIB ·

Ardian Semakin Melaju


 Ardian Semakin Melaju Perbesar

Assalamualaikum Wr.Wb

Oleh : Hery Maulana

Agaknya Pilwabup Lampung Utara (Lampura), tidak lama lagi bakal digelar. Setelah lebih satu tahun kursi jabatan wakil bupati Lampura itu kosong. Meskipun saat pelantikan Budi Utomo sebagai bupati Lampura pada 3 November 2020 lalu, secara khusus Gubernur Lampung menginstruksikan agar jabatan wabup yang ditinggalkan Budi dapat segera terisi.

Namun dalam perjalanannya, banyak hal yang membuat proses menuju Pilwabup, seakan menemui jalan buntu. Ada banyak spekulasi dalam pusaran itu. Yang mengemuka, Bupati Budi Utomo, merasa lebih nyaman memerintah sendiri. Karenanya, ia berupaya agar Pilwabup tidak terlaksana. Paling tidak dapat mengulur-ulur waktu. Tentu dengan segala alasan dan manuver yang masuk akal.

Pasang surut pembahasan Pilwabup menjadi realita yang tidak dapat dipungkiri. Ada masa, proses Pilwabup menjadi pembahasan hangat. Seolah akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Lain waktu, pembicaraan terkait Pilwabup, nyaris tak terdengar.

Saling lempar tanggungjawab, antara Bupati dan koalisi partai pengusung terjadi. Bupati beralasan, mandegnya proses Pilwabup lantaran lambannya parpol pengusung menyerahkan dua nama calon untuk dipilih DPRD setempat. Sementara koalisi parpol merasa mustahil dapat bersepakat untuk membuahkan dua nama calon, tanpa arahan dan kisi-kisi dari sang bupati. Sebab bagaimanapun yang paling berkepentingan adalah bupati.

Membiarkan parpol berembuk sendiri, sama halnya membenturkan parpol koalisi satu sama lain. Apalagi masing-masing parpol jelas menginginkan calon yang diusung dari partainya. Atau paling tidak sosok yang mewakili dan memenuhi kriteria partainya. Terlebih kala itu, mengemuka nama Imam Syuhada (Nasdem), Agung Utomo (PKS), Pattimura (Gerindra) dan Hamidi (PAN).

Hanya saja bupati lupa, jika semua akan pupus jika dihadapkan oleh sebuah kepentingan besar. Yakni kepentingan masyarakat Lampura. Apalagi desakan dari sejumlah elemen masyarakat termasuk para tokohnya, agar kursi wabup terisi begitu deras. Terbukti, dengan mengesampingkan segala ego pribadi dan kelompok, koalisi parpol dapat membangun komunikasi. Disisi lain, muncul sosok Ardian politisi muda yang energik dan handal. Lebih dari itu, Ardian yang putra mantan bupati Lampura Zainal Abidin, dapat mempersatukan segala perbedaan. Ardian dapat diterima semua kalangan dan sebuah jawaban atas kebuntuan selama ini.

Terbukti, PAN yang sejauh ini merupakan partai pengusung yang tidak reaktif dalam hal Pilwabup, justru yang pertama mengeluarkan rekomendasinya. Sebuah tanda jika komunikasi yang terjalin antar partai pengusung, sudah sampai pada satu titik. Ardianlah sosok yang tepat untuk ditetapkan sebagai satu dari dua calon yang bakal dipilih. Dengan begitu tidak ada lagi pertanyaan yang menggelitik, akankah Pilwabup Lampura dilaksanakan. (**)

Wassalam

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dibantu Malah Jadi ‘Pekara’

26 Juli 2023 - 23:31 WIB

Ditindaklanjuti Kemana ?

29 Mei 2023 - 20:02 WIB

Bertambah Kuota, Jangan Tambah Biaya Dong….

15 Mei 2023 - 21:32 WIB

PIlkades Bersumber Dari Dua Mata Anggaran

14 Maret 2023 - 20:30 WIB

Perlunya Pengawasan Pemuktahiran Data

13 Maret 2023 - 19:41 WIB

Pentingnya Pendampingan Anak Korban Banjir

12 Maret 2023 - 17:20 WIB

Trending di Beranda