Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Beranda · 1 Feb 2022 19:10 WIB ·

Bergantung Nawaitu Bupati


 Bergantung Nawaitu Bupati Perbesar

Assalamualaikum Wr.Wb

Oleh : Hery Maulana

Akankah langkah Ardian Saputra menuju kursi wakil bupati (wabup) Lampung Utara (Lampura), berjalan mulus ?. Sebuah pertanyaan menggelitik, yang mestinya tidak perlu ada. Karena hadirnya Ardian dalam bursa wabup Lampura, mendobrak kebuntuan politik, selama lebih dari satu tahun. Jika dihitung dari pelantikan Budi Utomo sebagai bupati Lampura, pada 3 November 2020 lalu. Budi yang semula wakil bupati, ‘munggah prabon’ menggantikan Agung Ilmu yang tersandung persoalan hukum. Karenanya ‘singasana’ wabup, menjadi kosong. Padahal masa jabatan baru akan berakhir pada tahun 2024 mendatang. Dengan begitu sisa jabatan lebih dari 18 bulan, yang oleh Undang-undang harus diisi.

Semangat mengisi kosongnya jabatan wabup pada awalnya terlihat menggebu. Bupati Budi Utomo bahkan langsung membicarakan secara serius dengan ketua DPRD Lampura, Romli. Intinya agar segera mempersiapkan pelaksanaan Pilwabup Lampura. Pembahasan juga dilakukan bersama empat partai politik (parpol) pengusung, Partai Gerindra, Nasdem, PKS dan PAN.

Sayangnya, hingga awal tahun 2021, geliat wabup tak lagi muncul kepermukaan, pembicaraan terkait wabup perlahan-lahan surut dan nyaris tak terdengar. Baru medio Juli 2021, pembahasan wabup mulai menghangat. Bahkan DPRD setempat telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) perubahan Tatat Tertib yang memuat Tatacara Pilwabup. Disisi lain, parpol pengusung juga melakukan rapat dan evaluasi internal menuju siapa calon yang akan diusulkan. Kala itu muncul nama Imam Syuhada ketua DPD Partai Nasdem Lampura, Pattimura Sekretaris DPD Gerindra Lampung dan Agung Utomo ketua MPD PKS. Sedangkan PAN, meski tidak sederas tiga parpol lainnya, juga sempat menyebutkan nama Darwin Hifni yang kala itu menjabat ketua DPC PAN Lampura.

Namun lambat laun, parpol pengusung mulai pesimis, Pilwabup bakal digelar. Ini lantaran bupati Lampura seakan tak acuh dengan persoalan wabup. Ia membiarkan parpol pengusung berjalan dengan pemikirannya sendiri. Tanpa sedikitpun memberikan arahan apalagi menengahi dan duduk satu meja, membicarakan soal siapa calon yang bakal diusulkan. Padahal, bagaimanapun Bupati yang paling berkepentingan atas jabatan wabup. Parpol tentu akan memahami, jika bupati terus terang siapa sesungguhnya yang diinginkan untuk mendampinginya. Koalisi parpol akan mudah bersepakat, ketika bupati memberikan paling tidak kisi-kisi, terkait sosok yang dikehendakinya.

Inilah kemudian yang menyebabkan pembahasan wabup tidak lagi terdengar. Bahkan Imam Syuhada yang semula digadang-gadang sebagai calon kuat, menyatakan menarik diri. Imam tidak ingin, dirinya menjadi alasan terbelenggunya kontestasi Pilwabup.

Hanya saja, ketetapan Undang-undang dan desakan masyarakat begitu deras, agar kursi wabup terisi, Juga Gubernur Lampung yang sampai 3 kali menyurati bupati Lampura Budi Utomo. Membuat Bupati mengambil sikap, walau diyakini itu hanya sebatas membangun opini bahwa dirinya serius untuk mengisi jabatan wabup. Yakni mengumpulkan parpol pengusung dan menyerahkan sepenuhnya siapa calon yang bakal diusulkan.

Walaupun dipahami, sikap Budi itu tak lain hanya melempar ‘bola panas’ pada parpol pengusung, namun kali ini bupati ‘kecele’. Koalisi parpol pengusung yang diyakini tidak akan sampai pada sebuah kesepakatan, justru membangun komunikasi intens. Mereka tidak lagi mengedepankan ego dan kepentingan partai, tetapi berfikir jauh kedepan. Hingga kemudian satu pemikiran untuk bersama-sama mencaro sosok yang dianggap cakap dan dapat diterima semua pihak. dan itu tertuju pada sosok Ardian Saputra.

Putra dari mantan bupati Lampura, Zainal Abidin merupakan sebuah jawaban atas kebuntuan itu. Terbukti, dalam waktu singkat Ardian mengantongi rekomendasi PAN dan Gerindra. Yang akan disusul kemudian oleh PKS dan Nasdem. Sampai disini, jawaban atas pertanyaan akankah langkah Ardian bakal mulus, sudah sangat jelas.

Tetapi jalan itu akan kembali berliku, manakala dihadapkan dengan apakah bupati benar-benar menginginkan jabatan wabup terisi. Ketika bupati merasa lebih nyaman sendiri, maka dapat diterka, akan ada sejumlah halangan dan langkah Ardian akan berliku dan terjal. (**)

Wassalam

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dibantu Malah Jadi ‘Pekara’

26 Juli 2023 - 23:31 WIB

Ditindaklanjuti Kemana ?

29 Mei 2023 - 20:02 WIB

Bertambah Kuota, Jangan Tambah Biaya Dong….

15 Mei 2023 - 21:32 WIB

PIlkades Bersumber Dari Dua Mata Anggaran

14 Maret 2023 - 20:30 WIB

Perlunya Pengawasan Pemuktahiran Data

13 Maret 2023 - 19:41 WIB

Pentingnya Pendampingan Anak Korban Banjir

12 Maret 2023 - 17:20 WIB

Trending di Beranda