Assalamualaikum Wr.Wb
Oleh : Hery Maulana
Pembelajaran dalam jaringan (daring) muncul sebagai salah satu bentuk pola pembelajaran dimasa pandemi. Istilah daring sebagai pengganti kata online yang sering kita gunakan dalam kaitannya dengan teknologi internet. Daring adalah terjemahan dari istilah online yang bermakna tersambung ke dalam jaringan internet. Pembelajaran daring menggunakan aplikasi pembelajaran maupun jejaring sosial. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan tanpa melakukan tatap muka, tetapi melalui platform yang telah tersedia. Segala bentuk materi pelajaran didistribusikan secara online, komunikasi juga dilakukan secara online, dan tes juga dilaksanakan secara online. Sistem pembelajaran melalui daring ini dibantu dengan beberapa aplikasi, seperti Google Classroom, Google Meet, Edmudo dan Zoom.
Meskipun dilengkapi dengan peralatan canggih, namun sistem ini tetap saja memiliki banyak kelemahan dibandingkan dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Dimana antara siswa dan guru, bertemu secara langsung disekolah. Guru dapat mengetahui secara pasti, apakah siswanya menyerap pelajaran yang disampaikan dengan baik atau tidak. Pelajaran yang disampaikan, tidak bakal terganggu lantaran sinyal lemah atau quota habis.
Sementara pembelajaran secara daring, baru dapat dilakukan ketika memenuhi banyak persyaratan. Diantaranya ada pengendalian langsung dari alat dan sistem.
Tersedia untuk penggunaan segera atau real time dan tersambung pada suatu sistem dalam pengoperasiannya.
Memang diakui sistem daring memiliki sejumlah kelebihan. Selama pelaksanaan model daring, peserta didik memiliki keleluasaan waktu untuk belajar. Peserta didik dapat belajar kapan pun dan di mana pun, tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Peserta didik juga dapat berinteraksi dengan guru pada waktu yang bersamaan, seperti menggunakan video call atau live chat. Pembelajaran daring dapat disediakan secara elektronik menggunakan forum atau message.
Tentu saja ada kiat tersendiri agar siswa dapat bejalar daring dengan efektif. Diantaranya Komunikasi antar tenaga pengajar dan siswa harus berjalan dengan baik pada saat melakukan video call. Aktif dalam berdiskusi baik dengan tenaga pengajar atau teman-teman. Managemen waktu bagi para siswa sangat penting. Meski belajar di rumah, pastikan siswa membuat catatan mana saja tugas yang sudah dikerjakan, dan mana tugas yang harus segera kamu selesaikan. Lalu bersosialisasi dengan orang lain, termasuk anggota keluarga di rumah, serta teman-teman lainnya.
Ini menjadi penting, karena kita belum tahu kapan pandemi akan berakhir. Jangan sampai pandemi juga meluluhlantakkan kualitas anak-anak bangsa, lantaran tidak dapat pergi kesekolah. Ketika sistem daring dimaksimalkan, setidaknya siswa tetap dapat mengikuti pelajaran. Jangan sebaliknya, belajar dirumah justru dianggap sebagai libur panjang. Tetapi justru lebih meningkatkan belajar dengan mempergunakan sistem daring baik melalui aplikasi atau media sosial lainnya. (**)
Wassalam






