Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Beranda · 4 Apr 2022 20:47 WIB ·

Wabup, Sebuah Harapan


 Wabup, Sebuah Harapan Perbesar

Assalamualaikum Wr.Wb

Oleh : Hery Maulana

Dipastikan Pemilihan wakil bupati (Pilwabup) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) dilangsungkan pada Rabu 6 April 2022 mewndatang. Kepastian itu didapat setelah secara resmi DPRD Lampung Utara, menetapkan Ardian Saputra dan William Mamora sebagai calon wakil bupati (cawabup) dalam sidang paripurna yang digelar Senin (4/4). Setelah sebelumnya sidang paripurna mendengarkan pemaparan hasil kerja panitia pilwabup. Diantaranya hasil verifikasi yang dilakukan panitia, baik terhadap berkas pencalonan keduanya maupun pada parpol pengusung.

Tidak hanya itu, anggota DPRD Lampung Utara, sebagai pemilik hajat Pilwabup, sekaligus yang akan memberikan hak suaranya juga melakukan simulasi pemilihan. Dihadiri langsung oleh dua cawabup dan sejumlah pengurus inti parpol pengusung. Ini dilakukan, agar tidak terjadi kesalahan pada saat berlangsungnya pemilihan. Juga untuk mengetahui apakah masih ada celah pemilihan dilakukan tidak dengan fair. Semua dilakukan demi memastikan pemilihan dilakukan dengan jujur dan adil.

Tentu saja kepastian dilangsungkannya Pilwabup, menjadi angin segar tersendiri bagi masyarakat Lampung Utara. Karena diyakini, adanya wabup akan semakin mengakselerasi pemerintahan dan pembangunan. Roda pemerintahan akan semakin terpacu dan berjalan lebih seimbang. Sebab wabup akan mengisi apa yang lowong. Membantu meringankan beban tugas sang bupati. Termasuk persoalan-persoalan yang tengah dihadapi kabupaten ini. Wabup akan menjadi energi tersendiri dalam mewujudkan harapan masyarakat. Menjadikan kabupaten Lampung Utara lebih maju dan sejahtera.

Walaupun disejumlah daerah, kehadiran wabup terlebih disisa masa jabatan, menjadi masalah tersendiri. Lantaran antara bupati dan wakilnya itu tidak sejalan. Ada beda pandangan yang berimbas terbelahnya aparat birokrasi dan masyarakat. Saling ‘serang’ dilancarkan oleh masing-masing kubu. Sehingga pemerintahan kehilangan arah dan lebih banyak larut dan tenggelam pada persoalan remeh temeh.

Dimaklumi, kehadiran wabup disisa masa jabatan ibarat kawin paksa atau dijodohkan. Meski menerima tetapi tidak secara tulus. Sebab keduanya bukan berjuang bersama sejak awal. Untuk dapat terpilih menjadi bupati dan wakil bupati dalam proses Pemilihan kepala daerah.

Semoga saja, siapapun cawabup yang terpilih, kelak dapat sepemahaman dengan Budi Utomo , bupati Lampung Utara. Keduanya solid dan dapat saling mengisi. Sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat dapat benar-benar terwujud. (**)

Wassalam

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dibantu Malah Jadi ‘Pekara’

26 Juli 2023 - 23:31 WIB

Ditindaklanjuti Kemana ?

29 Mei 2023 - 20:02 WIB

Bertambah Kuota, Jangan Tambah Biaya Dong….

15 Mei 2023 - 21:32 WIB

PIlkades Bersumber Dari Dua Mata Anggaran

14 Maret 2023 - 20:30 WIB

Perlunya Pengawasan Pemuktahiran Data

13 Maret 2023 - 19:41 WIB

Pentingnya Pendampingan Anak Korban Banjir

12 Maret 2023 - 17:20 WIB

Trending di Beranda