Assalamualaikum Wr.Wb
Oleh : Hery Maulana
Kabupaten Lampung Utara berduka. Salah seorang putra terbaiknya berpulang. Hi. Sjahrizal Adhar, SH., MM. yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Utara, sekitar pukul 23.30, jelang tengah malam pada Senin, 5 April 2022, menghembuskan napas terakhirnya. Meninggalkan kita semua, pergi untuk selama-lamanya/
Bang Sjahrizal, demikian beliau biasa disapa, merupakan kelahiran 20 Februari 1964, atau telah berusia 58 tahun. Semestinya bang Sjahrizal telah memasuki masa pensiun dengan usianya itu. Namun lantaran menjabat sebagai kepala dinas, beliau baru akan pensiun pada tahun 2024 mendatang, tepatnya 1 Maret 2024 atau saat usia menginjak 60 tahun.
Dalam kesehariannya, bang Sjahrizal, dikenal sebagai sosok yang sangat baik, ramah dan periang. Sebagai sosok pemimpin yang tangguh dan handal. Itulah yang membuat dirinya dipercaya untuk menjadi Sekretaris DPRD, Kepala Bappeda dan Kepala Dinas PUPR.
Bang Sjahrizal merupakan pendobrak sebagai Kadis PUPR Lampung Utara yang aktif masuk kantor. Menerima siapa saja yang ingin berjumpa dengannya, tanpa merasa kesulitan. Beliau berprinsip, pejabat itu melayani bukan minta dilayani. Siapapun itu, termasuk para awak media. Bahkan bang Sjahrizal, sangat dekat dengan kalangan insan pers. Meskipun sebagai pejabat, dirinya kerap memperoleh kritikan yang disampaikan lewat media massa. Namun bang Sjahrizal, tetap menanggapinya dengan positif. Tanpa ada rasa marah atau dendam pada sang wartawan. Beliau sadari betul, kritikan akan semakin membuatnya lebih baik.
Begitupun hubungannya dengan bawahan dan para staf dikantornya. Bang Sjahrizal, mengikis perbedaan status itu dengan bergaul dan bersenda gurau. Tetapi tidak mengurangi ketegasannya dalam bertindak. Ketika mendapati ada kesalahan atau penterjemahan atas kebijakannya yang kurang pas. Tak heran, ketika masih menjabat sebagai Sekwan, bang Sjahrizal, kerap mengunjungi bagian dapur sekretariat DPRD. Duduk disana seraya minta dibuatkan kopi pada pak Mail, karyawan yang biasa menyiapkan kopi. Seraya menggali apa kekurangan dapur, karena beliau khawatir tidak dapat memberikan yang terbaik bagi anggota DPRD, tamu dan pejabat disana.
Nasehat-nasehat ringan disampaikan, tanpa sedikitpun terlihat jika dirinya adalah pemimpin sekretariat tertinggi dilembaga itu. Kesan yang ditinggalkan seorang Sjahrizal, yang terus diingat oleh pak Mail dan banyak bawahannya.
Selamat jalan bang Sjahrizal, kami semua kehilangan. Semoga Allah SWT menempatkan ditempat yang terbaik. Jasa dan mengabdianmu, akan menjadi semangat tersendiri bagi kami yang ditinggalkan. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu’anhu (**)
Wassalam






