Assalamualaikum Wr.Wb
Oleh : Hery Maulana
Menjadi Pegawau Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi impian bagi banyak warga negara. Mulai lulusan SLTA hingga Perguruan Tinggi, berlomba-lomba untuk dapat diterima pada setiap seleksi CPNS, baik pusat maupun Daerah. Bahkan banyak diantaranya yang kemudian menjadi korban penipuan . Harapan yang begitu besar, dimanfaatkan oleh oknum tertentu. Dengan meminta sejumlah uang, sang oknum meyakinkan jika dirinya dapat meloloskannya menjadi CPNS. Modus serupa terus berulang dan berulang, setiap ada seleksi penerimaan CPNS. Celakanya masih ada saja yang termakan propaganda itu dan berakhir sebagai korban. Dana ratusan juta hilang, CPNSD yang diharapkan tak jua didapat.
Ini membuktikan betapa keinginan untuk menjadi PNS itu begitu kuat. Sebab dengan berstatus sebagai PNS, akan memperoleh gaji yang layak setiap bulannya. Selain memperoleh jaminan kesehatan dan jaminan hari tua, serta banyak kemudahan lainnya. Jika berprestasi dan ‘disukai’ pimpinan, bakal dipromosikan untuk meraih jabatan. Sudah barang tentu akan melekat kepadanya segala fasilitas dan berbagai tunjangan. Strata sosial juga menjadi meningkat.
Sayangnya masih banyak PNS yang kurang menyadari. Dibalik segala fasilitas, kemudahan dan strata sosial itu, ada tanggungjawab yang besar. Bahwa status yang melekat itu merupakan sebuah anugerah yang mesti dijaga. Sebab PNS itu merupakan abdi negara dan abdi masyarakat. Dirinya haruslah mentasbihkan diri sebagai seorang abdi bagi negara dan abdi bagi masyarakat. Sebagai pelayan masyarakat, yang tidak hanya membuktikan kemampuannya dalam sisi teknis tetapi juga dari sisi etis. Mumpuni saja tidaklah cukup, tanpa diimbangi dengan moralitas yang tinggi. Seorang PNS harus dapat menjadi tauladan, paling tidak bagi lingkungannya. (**)
Wassalam






