Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Beranda · 14 Jun 2022 19:05 WIB ·

‘Kado Istimewa’


 ‘Kado Istimewa’ Perbesar

Assalamualaikum Wr.Wb

Oleh : Hery Maulana

Kabupaten Lampung Utara, merupakan kabupaten tertua di provinsi Lampung. Usianya pada 15 Juni 2022 genap 76 tahun, dihitung dari hari lahirnya yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Lampung Utara No. 8 Tahun 2002.

Tadinya Kabupaten Lampung Utara, memiliki luas 19.368,50 km². Namun luasan tersebut terus berkurang, seiring dengan pemekaran kabupaten-kabupaten baru. Diawali dengan dimekarkannya Kabupaten Lampung Barat, berdasarkan UU RI Nomor 6 Tahun 1991. Lalu terjadi pemekaran kedua pada tahun 1997 dengan terbentuknya Kabupaten Tulang Bawang berdasarkan UU RI Nomor 2 Tahun 1997. Kemudian terbentuknya Kabupaten Way Kanan berdasarkan UU RI Nomor 12 Tahun 1999. Dimana kemudian, kabupaten Lampung Barat, dimekarkan dengan terbentuknya Kabupaten Pesisir Barat. Sedangkan Kabupaten Tulang Bawang, dimekarkan dan terbentuklah Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Kabupaten Mesuji.

Meski telah berusia tua, Kabupaten Lampung Utara tetap mempertahankan kearifan lokal. Adat istiadat terjaga dan terpelihara dan menjadi warisan budaya yang tetap hidup, hingga kini. Walaupun perkembangan zaman begitu deras mengikis. Namun tidak membuat Lampung Utara kehilangan pesona dan keagungan adat istiadatnya. Falsapah piil pasenggiri, nemui nyimah, nengah nyappur, sakai sambayai dan juluk adek, menjadi jati diri masyarakat Lampung Utara, ditengah kemajemukannya. Noktah warga asli dan pendatang, begitu samar berganti dengan kebanggaan bersama atas adat dan budaya. Dengan lantang berkata “Kami warga Lampung Utara!”.

Namun dalam hal pembangunan, terasa berjalan lamban. Wajah kota Kotabumi, dari periode ke periode kepemimpinan daerah, tak berubah banyak. Pusat kota, masih pada pasar dekon dan ganefo, yang hanya beraktivitas hingga pukul 16.00 sore. Selanjutnya merupakan deretan toko yang tutup dengan penerangan minim dimalam hari. Beruntung masih ada satu-satunya plaza Ramayana dan sederetan pedagang kuliner dan pertokoan modern, sehingga tidak membuat kota Kotabumi menjadi kota mati dimalam hari.

Menjadi masuk akal, ketika Ardian Saputra disebut sebagai ‘kado istimewa’ pada HUT Lampung Utara kali ini. Sebab Ardian secara resmi telah telah dilantik sebagai wakil bupati. Hanya 5 hari berselang sebelum HUT Lampung Utara. Disebut kado istimewa, tentu mengandung sebuah harapan besar didalamnya. Kehadiran Ardian akan mampu melakukan perubahan signifikan pada Lampung Utara. Semoga (**)

Wassalam

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dibantu Malah Jadi ‘Pekara’

26 Juli 2023 - 23:31 WIB

Ditindaklanjuti Kemana ?

29 Mei 2023 - 20:02 WIB

Bertambah Kuota, Jangan Tambah Biaya Dong….

15 Mei 2023 - 21:32 WIB

PIlkades Bersumber Dari Dua Mata Anggaran

14 Maret 2023 - 20:30 WIB

Perlunya Pengawasan Pemuktahiran Data

13 Maret 2023 - 19:41 WIB

Pentingnya Pendampingan Anak Korban Banjir

12 Maret 2023 - 17:20 WIB

Trending di Beranda