Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Beranda · 20 Mar 2022 17:22 WIB ·

Bukan Jaminan


 Bukan Jaminan Perbesar

Assalamualaikum Wr.Wb

Oleh : Hery Maulana

Bukan sebuah kebetulan, dua calon wakil bupati Lampung Utara, merupakan generasi milineal. Karena berdasarkan keterangan ketua kolisi parpol pengusung pasangan calon Agung Bersama Budi Utomo(ABDI) pada Pilkada 2018 lalu, Farouk Danial, dua calon milenal yang dihadirkan karena keputusan koalisi 4 parpol pengusung . Keempat parpol itu yakni Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional(PAN), Partai Nasional Demokrat(Nasdem), dan Partai Keadilan Sejahtera(PKS). Koalisi yakin kehadiran generasi milenial dapat menumbuh kembangkan hal terbaru di Lampura.

Adanya wabup dari milenial untuk menjawab tantangan zaman. Dengan hadirnya wabup milenial ini, dapat menumbuhkan perkembangan politik baru di Lampung Utara dan mampu mengimbangi kinerja bupati Budi Utomo dalam upaya mensejahterakan masyarakat ke depannya.

Pertimbangan koalisi parpol pendukung itu sangat berdasar. Diketahui Budi Utomo pada tanggal 19 Maret lalu, genap berusia 64 tahun. Tentu saja diusianya itu, tidak lagi dapat beraktivitas secara leluasa sebagaimana ketika beliau belum pensiun. Ruang geraknya sudah terbatas dan tidak seenergik ketika muda. Apalagi belakangan, Budi banyak mengeluhkan soal kesehatannya.

Pada sisi ini jelas Budi membutuhkan seorang wakil yang energik, selain memiliki kapasitas. Apalagi dengan luasan Kabupaten dengan 23 Kecamatan di dalamnya yang membutuhkan perhatian secara seimbang. Belum lagi seabrek persoalan, baik dari sisi keuangan, pemerintahan dan pembangunan. Semua itu butuh penyelesaian secara cepat dan tepat.

Meskipun tidak ada jaminan, jika generasi milineal dapat bekerja secara lebih optimal. Akselesari roda pemerintahan menjadi lebih terpacu dan cepat. Karena menjadi seorang leadership, membutuhkan banyak kemampuan dan kematangan. Apalagi berkaitan dengan sebuah pemerintahan daerah yang didalamnya terdapat ratusan ribu masyarakat. Semua menginginkan sebuah pemerintahan yang bersih dan mampu melaksanakan pelayanan prima dari seluruh aspek. Juga menjadikan masyarakatnya lebih maju dan sejahtera.

Terpenting pemimpin itu harus memiliki kepekaan atas apa yang tengah terjadi dan dibutuhkan oleh masyarakat. Mampu melayani dan bukan minta dilayani. Karena sejatinya, kehadiran seorang pemimpin adalah guna sebesar-besarnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. (**)

Wassalam

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dibantu Malah Jadi ‘Pekara’

26 Juli 2023 - 23:31 WIB

Ditindaklanjuti Kemana ?

29 Mei 2023 - 20:02 WIB

Bertambah Kuota, Jangan Tambah Biaya Dong….

15 Mei 2023 - 21:32 WIB

PIlkades Bersumber Dari Dua Mata Anggaran

14 Maret 2023 - 20:30 WIB

Perlunya Pengawasan Pemuktahiran Data

13 Maret 2023 - 19:41 WIB

Pentingnya Pendampingan Anak Korban Banjir

12 Maret 2023 - 17:20 WIB

Trending di Beranda