Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Beranda · 31 Mar 2022 18:59 WIB ·

Penomena Alam Biasa


 Penomena Alam Biasa Perbesar

Assalamualaikum Wr.Wb

Oleh : Hery Maulana

Warga di Kecamatan Bukit Kemuning Kabupaten Lampung Utara, gempar. Rabu (30/3), sekitar pukul 17.00 WIB, wilayahnya diguyur hujan lebat disertai angin kencang. Tetapi guyuran hujan itu tak biasa. Sebab tidak hanya air yang dicurahkan dari langit. Melainkan disertai butiran-butiran es. Mujur butiran es itu tidak terlalu besar. lebih besar sedikit dari beras. Namun demikian, butiran es yang jatuh dari langit itu membuat genting rumah warga bersuara. Diantaranya bahkan ada yang pecah.

Wajar warga setempat ramai memperbincangkan penomena alam ini. Sebab peristiwa itu belum pernah terjadi sebelumnya. Ada yang mengkait-kaitkan peristiwa itu dengan hal-hal yang berbau mistis. Sebagai pertanda akan ada bencana yang melanda. Ada yang menyebut sebagai sebuah peringatan agar warga dapat lebih mendekatkan diri pada sang khaliq. Ada juga yang khawatir, peristiwa itu akan berulang dengan butiran es yang lebih besar.

Padahal, penomena hujan es dapat dijelaskan secara ilmiah. Hujan es dapat terjadi ketika suhu awan sangat rendah. Tetesan itu mengumpulkan tetesan lain dan bertambah besar. Angin kencang dan tetesan air dingin menuju bagian atas sistem awan. Tetesan yang sangat dingin kemudian menyatu menjadi bongkahan es atau batu es. Selanjutnya, es jatuh melalui awan, semakin besar saat jatuh ke bumi. Hujan es telah tercatat mencapai kecepatan 120-144 km per jam dan dapat melaju lebih cepat lagi. Ketika hujan es mengenai tanah lunak, es meleleh atau pecah berkeping-keping di permukaan yang keras. Jika batu hujan es diperiksa dengan cermat, cincin dapat terlihat di dalamnya, yang menggambarkan bagaimana batu itu membeku dalam putaran pengumpulan tetesan. Gelembung udara kecil terkadang terperangkap di dalam batu es.

Dikutip dari laman BMKG, , fenomena hujan es merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi. Kejadian hujan es disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi/pancaroba musim baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

Berikut indikasi terjadinya hujan lebat/es disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat: Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah. Udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5 derajat Celcius) disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (> 60 persen).

Mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis), diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol. Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu/hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus). Pepohonan di sekitar tempat seseorang berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat. Terasa ada sentuhan udara dingin di sekitar tempat seseorang berdiri. Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat tersebut. Jika 1-3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim transisi/pancaroba/penghujan, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.

Dari keterangan ini dapat disimpulkan bahwa hujan es adalah penomena alam biasa. Karenanya tidak perlu panik, namun tetaplah waspada, terlebih jika butiran es ukurannya besar. (**)

Wassalam

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dibantu Malah Jadi ‘Pekara’

26 Juli 2023 - 23:31 WIB

Ditindaklanjuti Kemana ?

29 Mei 2023 - 20:02 WIB

Bertambah Kuota, Jangan Tambah Biaya Dong….

15 Mei 2023 - 21:32 WIB

PIlkades Bersumber Dari Dua Mata Anggaran

14 Maret 2023 - 20:30 WIB

Perlunya Pengawasan Pemuktahiran Data

13 Maret 2023 - 19:41 WIB

Pentingnya Pendampingan Anak Korban Banjir

12 Maret 2023 - 17:20 WIB

Trending di Beranda