Assalamualaikum Wr.Wb
Oleh : Hery Maulana
Akhirnya Kabupaten Lampung Utara, kembali memiliki wakil bupati (wabup) definitif. Setelah Ardian Saputra, resmi dilantik sebagai wakil bupati untuk sisa masa jabatan 2019-2024.
Kursi wabup Lampura sudah setahun lebih kosong, setelah ditinggalkan oleh Budi Utomo, yang munggah prabon menjadi bupati. Menggantikan Agung Ilmu yang tersandung persoalan hukum dan dovonis 7 tahun penjara.
Dilantiknya Ardian sebagai wabup, menjadi harapan baru masyarakat Lampung Utara. Putra mantan bupati Lampura, Zainal Abidin itu dapat menjadi penyeimbang jalannya pemerintahan yang dinakhodai Budi Utomo. Ardian dapat hadir pada ruang-ruang kosong yang belum dapat terisi. Memenuhi semua kebijakan Budi yang belum terlaksana atau tertunda. Dengan kata lain, kehadiran Ardian akan mengakselerasi apa yang menjadi kebijakan Budi sehingga dapat terwujud. Menjadi ‘mata dan telinga’ dan kepanjangan tangan Budi, dalam mewujudkan impiannya menjadikan Lampung Utara lebih maju dan sejahtera.
Hanya memang, butuh adoptasi khususnya dengan Budi Utomo, untuk memahami apa sejatinya yang ada dibenak dan pikirannya. Sehingga antar keduanya dapat terjalin harmonisasi dan kesepahaman. Tanpa itu kehadiran Ardian tidak akan berarti banyak. Sebab sebagai wabup, Ardian tidak dapat mengambil kebijakan strategis tanpa restu dari sang bupati.
Jika harmonisasi tidak terjalin, maka hubungan kerja keduanya menjadi hambar. Bahkan dimungkinkan akan ada saling sikut dan berakhir pada perseteruan yang berkepanjangan. Jika ini terjadi, maka sia-sia seluruh harapan, Lampung Utara akan lebih baik, lebih maju dan lebih sejahtera. Sebuah harapan yang terpatri sejak proses pengisian kursi wabup Lampung Utara itu bergulir. (**)
Wassalam






